Sabtu, 19 Juni 2010

5 Key Element On Active Listening

5 Key Element On Active Listening
By: Supriyadi

Pernahkah anda merasa, bos anda tidak mau mendengarkan pendapat anda?
Seperti juga seorang karyawan yang terlihat tidak semangat dalam mengerjakan tugas gara-gara bosnya tidak bisa mendengarkan keluhannya

Atau anda seorang pimpinan yang masih merasa kurang pandai dalam mendengarkan pendapat atau keluhan karyawan?

Ada sebuah perusahaan besar multinasional tutup dua hari karena karyawannya mogok karena masalah yang sangan sederhana…. Sendok…

Anda mungkin tidak percaya, tapi ini sebuah kisah nyata tentang sendok bisa menjadi masalah ketika keluhan karyawan tidak didengarkan…

Bahwa sendok di Kantin saat ini sudah tidak layak pakai lagi… bahkan pada jam tertentu kekurangan… sehingga mereka harus makan sayur sop panas dengan tangan...

Mereka yang demo menunjukkan ingin didengarkan…

Atau cerita kemarin siang, ketika saya kecewa dengan sebuah warung makan favorit saya karena menu Gulai Kepala Ikan-nya…

Saya pun memesan menu favorit saya… Gulai Kepala Ikan….
Saya sudah menunggu lebih dari 1/2 jam antri dilayani, lalu saya mengingatkan bahwa meja saya belum dilayani…
Lalu waktu berlalu 3/4 jam dan pelanggan yang datang sesudah saya kok malahan didahulukan… hemmmm...
Saya ingatkan lagi ke pelayan bahwa meja saya harusnya dilayani lebih dahulu
Ehhh… kok tetap yang dilayani yang lain dulu yahhh…
Lalu saya putuskan untuk pergi dan mencari restoran lain… dan warung makan itu kehilangan satu pelanggan loyalnya bukan…

Bukan karena masakan atau kebersihannya… tetapi...
Karena tidak mampu mendengarkan… apa yang dirasakan pelanggannya….
Maaf kok jadi curhat he he he… kan sedang belajar mendengarkan kan…
bagaimana kalau anda menjadi pelanggan yang kecewa tadi… apa yang anda rasakan...

Mendengarkan adalah sebuah tehnik, sebuah seni, sebuah keahlian yang anda bisa terus belajar menguasainya

Berikut 5 Key Element untuk menjadi Ahli dalam Mendengarkan
1. Pay Attention, tunjukkan kepada lawan bicara anda bahwa anda mendengarkan secarap penuh, dan pahami juga komunikasi non verbalnya

a. Tatap lawan bicara anda secara langsung
b. Buang jauh jauh pikiran atau mental untuk mengalihkan atau menyanggah apa yang disampaikan
c. Hindari juga kondisi lingkungan yang kadang bisa mengalihkan perhatian anda terhadap apa yang disampaikan
d. "Dengarkan" juga body language lawan bicara
e. Menahan diri "percakapan pojok" dalam diskusi kelompok, percakapan pojok biasanya ada di pojokan ngobrolin bukan tema yang sedang didiskusikan…

2. Show That You are listening, tunjukkan kalau anda benar-benar mendengarkan, kadang kita mendengarkan dengan gaya tidak mendengarkan loh….

a. Sesekali mengangguk
b. Tersenyumlah, dan gunakan ekpresi wajah lainnya
c. Pastikan body language dan postur tubuh anda menunjukkan sikap terbuka
d. Encourage lawan bicara untuk terus berbicara dengan kata-kata singkat misal "ya", "hmm" dan yang lain

3. Provide Feedback, pembicara selalu ingin memastikan apa yang
a. Bertanya untuk memperjelas… "mohon maaf, maksud anda … kan?"
b. Berikan komentar singkat sesekali untuk mempertegas pemahaman anda

4. Never Interupting, interupsi sangat mengganggu kalau tujuan anda ingin benar-benar mendengarkan apa yang ingin disampaikan.

5. Respond Appropriately, pendengar yang baik haruslah menghormati, memahami dan menghargai apapun yang disampaikan
a. Tulus, terbuka dan jujur
b. Sampaikan pendapat anda dengan respectfull
c. Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan

Dengan menguasai ke lima Key Elemen on Active Listening ini, anda akan mengalami relationship yang lebih positif dan produktif…

Dan anda bisa menjaga loyalitas anak buah atau bahkan pelanggan anda.
Dan bisa jadi Gulai Kepala Ikan anda terasa lebih LEZAT ketika anda berhasil mendengarkan para pelanggan anda…. He he he...

Semoga bermanfaat.

Solo 20 Juni 2010

Tidak ada komentar: