Pembeli adalah Raja… ahhh sudah kuno…
By Supriyadi
Pembeli adalah RAJA… ahhh itu sudah KUNO….!
Demikian nasehat yang disampaikan pemilik Toko Cat dan Bangunan Mataram, salah satu Toko perlengkapan bangunan terbesar di Purwokerto.
Bagi dia Pembeli adalah Saudara…
Wah ini menggelitik PENASARANku habis-habisan tadi malam…
Pembeli adalah Saudara
Perlakukan Pembeli seperti Saudaramu….!
Dalam otak saya yang mungil ini, dari dulu selalu tercatat bahwa pembeli adalah raja yang harus dilayani apapun keinginannya
Tapi ternyata pendekatan Pembeli adalah Saudara, ternyata lebih powerful
Karena kita menganggap bahwa untuk saudara ada equality, kesetaraan,
dan kita pun melayani dan menghormati pembeli sebagaimana kita ingin dilayani ketika kita di posisi menjadi pembeli.
Dengan saudara ada ketulusan, kesabaran, keramahan dan kejujuran…
Kita mendengarkan keluhan mereka, kesulitan mereka dan kita siap membantunya.
Banyak diantara kita, ketika menjadi pembeli tidak suka dengan basa-basi, sebagaimana yang dilakukan penganut Pembeli adalah Raja…
Kita lebih suka ketulusan, kejujuran dan keramahan tidak sekedar selisih harga yang lebih murah…
Kita juga suka rumah makan yang bersih baik di meja makan maupun di dapurnya
Bahkan kadang senyum tulus di bibir pelayan yang siap melayani lebih indah dibandingkan diskon besar-besaran. ..
Betapa nikmatnya ketika kita di sebuah restoran dengan senyum mengembang di antara para pelayan
Suasana kekeluargaan antara pemilik - pegawai - pelanggan yang terbangun membuat kita merasa di tempat sendiri
Dengan menganggap Pembeli adalah Saudara, kita menjual bukan untuk sekedar melayani tapi untuk membahagiakan pelanggan…
Meringankan beban pelanggan
Bahkan kita dengan suka hati mengantar pesanan ke rumah walaupun secara profit mungkin kita rugi… hey… jangan cemberut dong...kita bicara long term customer nih...
Kita bikin gathering di toko kita untuk sekedar launching produk baru
Bahkan pengajian, arisan antar pelanggan atau sekedar memberikan permen atau cokelat buat anak kecil dari pelanggan
Tetapi percayalah apabila Raja tidak suka pelayanan kita dia bisa memecat sesuka hati sang Raja…
Tetapi apabila anda bisa menjalin persaudaraan dengan pembeli anda, maka dia akan kembali lagi…
Bukan hanya karena pelayanan anda, tetapi dia merasa ikut terlibat dalam bisnis anda…
Bahkan ada pelanggan yang akan datang dan melaporkan bahwa ada kompetitor anda yang sedang banting harga…
Bahkan ada pelanggan yang melaporkan bahwa produk yang sama dijual di toko lain dengan harga lebih murah
Hebat kan kalau kita merubah Pelanggan menjadi aset…
Karena Pembeli telah menjadi Saudara kita...
Semoga bermanfaat..
Solo 22 Juni 2010 (persiapan opening Apotek Keluarga Sehat)...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Juni 2010
Sabtu, 19 Juni 2010
5 Key Element On Active Listening
5 Key Element On Active Listening
By: Supriyadi
Pernahkah anda merasa, bos anda tidak mau mendengarkan pendapat anda?
Seperti juga seorang karyawan yang terlihat tidak semangat dalam mengerjakan tugas gara-gara bosnya tidak bisa mendengarkan keluhannya
Atau anda seorang pimpinan yang masih merasa kurang pandai dalam mendengarkan pendapat atau keluhan karyawan?
Ada sebuah perusahaan besar multinasional tutup dua hari karena karyawannya mogok karena masalah yang sangan sederhana…. Sendok…
Anda mungkin tidak percaya, tapi ini sebuah kisah nyata tentang sendok bisa menjadi masalah ketika keluhan karyawan tidak didengarkan…
Bahwa sendok di Kantin saat ini sudah tidak layak pakai lagi… bahkan pada jam tertentu kekurangan… sehingga mereka harus makan sayur sop panas dengan tangan...
Mereka yang demo menunjukkan ingin didengarkan…
Atau cerita kemarin siang, ketika saya kecewa dengan sebuah warung makan favorit saya karena menu Gulai Kepala Ikan-nya…
Saya pun memesan menu favorit saya… Gulai Kepala Ikan….
Saya sudah menunggu lebih dari 1/2 jam antri dilayani, lalu saya mengingatkan bahwa meja saya belum dilayani…
Lalu waktu berlalu 3/4 jam dan pelanggan yang datang sesudah saya kok malahan didahulukan… hemmmm...
Saya ingatkan lagi ke pelayan bahwa meja saya harusnya dilayani lebih dahulu
Ehhh… kok tetap yang dilayani yang lain dulu yahhh…
Lalu saya putuskan untuk pergi dan mencari restoran lain… dan warung makan itu kehilangan satu pelanggan loyalnya bukan…
Bukan karena masakan atau kebersihannya… tetapi...
Karena tidak mampu mendengarkan… apa yang dirasakan pelanggannya….
Maaf kok jadi curhat he he he… kan sedang belajar mendengarkan kan…
bagaimana kalau anda menjadi pelanggan yang kecewa tadi… apa yang anda rasakan...
Mendengarkan adalah sebuah tehnik, sebuah seni, sebuah keahlian yang anda bisa terus belajar menguasainya
Berikut 5 Key Element untuk menjadi Ahli dalam Mendengarkan
1. Pay Attention, tunjukkan kepada lawan bicara anda bahwa anda mendengarkan secarap penuh, dan pahami juga komunikasi non verbalnya
a. Tatap lawan bicara anda secara langsung
b. Buang jauh jauh pikiran atau mental untuk mengalihkan atau menyanggah apa yang disampaikan
c. Hindari juga kondisi lingkungan yang kadang bisa mengalihkan perhatian anda terhadap apa yang disampaikan
d. "Dengarkan" juga body language lawan bicara
e. Menahan diri "percakapan pojok" dalam diskusi kelompok, percakapan pojok biasanya ada di pojokan ngobrolin bukan tema yang sedang didiskusikan…
2. Show That You are listening, tunjukkan kalau anda benar-benar mendengarkan, kadang kita mendengarkan dengan gaya tidak mendengarkan loh….
a. Sesekali mengangguk
b. Tersenyumlah, dan gunakan ekpresi wajah lainnya
c. Pastikan body language dan postur tubuh anda menunjukkan sikap terbuka
d. Encourage lawan bicara untuk terus berbicara dengan kata-kata singkat misal "ya", "hmm" dan yang lain
3. Provide Feedback, pembicara selalu ingin memastikan apa yang
a. Bertanya untuk memperjelas… "mohon maaf, maksud anda … kan?"
b. Berikan komentar singkat sesekali untuk mempertegas pemahaman anda
4. Never Interupting, interupsi sangat mengganggu kalau tujuan anda ingin benar-benar mendengarkan apa yang ingin disampaikan.
5. Respond Appropriately, pendengar yang baik haruslah menghormati, memahami dan menghargai apapun yang disampaikan
a. Tulus, terbuka dan jujur
b. Sampaikan pendapat anda dengan respectfull
c. Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan
Dengan menguasai ke lima Key Elemen on Active Listening ini, anda akan mengalami relationship yang lebih positif dan produktif…
Dan anda bisa menjaga loyalitas anak buah atau bahkan pelanggan anda.
Dan bisa jadi Gulai Kepala Ikan anda terasa lebih LEZAT ketika anda berhasil mendengarkan para pelanggan anda…. He he he...
Semoga bermanfaat.
Solo 20 Juni 2010
By: Supriyadi
Pernahkah anda merasa, bos anda tidak mau mendengarkan pendapat anda?
Seperti juga seorang karyawan yang terlihat tidak semangat dalam mengerjakan tugas gara-gara bosnya tidak bisa mendengarkan keluhannya
Atau anda seorang pimpinan yang masih merasa kurang pandai dalam mendengarkan pendapat atau keluhan karyawan?
Ada sebuah perusahaan besar multinasional tutup dua hari karena karyawannya mogok karena masalah yang sangan sederhana…. Sendok…
Anda mungkin tidak percaya, tapi ini sebuah kisah nyata tentang sendok bisa menjadi masalah ketika keluhan karyawan tidak didengarkan…
Bahwa sendok di Kantin saat ini sudah tidak layak pakai lagi… bahkan pada jam tertentu kekurangan… sehingga mereka harus makan sayur sop panas dengan tangan...
Mereka yang demo menunjukkan ingin didengarkan…
Atau cerita kemarin siang, ketika saya kecewa dengan sebuah warung makan favorit saya karena menu Gulai Kepala Ikan-nya…
Saya pun memesan menu favorit saya… Gulai Kepala Ikan….
Saya sudah menunggu lebih dari 1/2 jam antri dilayani, lalu saya mengingatkan bahwa meja saya belum dilayani…
Lalu waktu berlalu 3/4 jam dan pelanggan yang datang sesudah saya kok malahan didahulukan… hemmmm...
Saya ingatkan lagi ke pelayan bahwa meja saya harusnya dilayani lebih dahulu
Ehhh… kok tetap yang dilayani yang lain dulu yahhh…
Lalu saya putuskan untuk pergi dan mencari restoran lain… dan warung makan itu kehilangan satu pelanggan loyalnya bukan…
Bukan karena masakan atau kebersihannya… tetapi...
Karena tidak mampu mendengarkan… apa yang dirasakan pelanggannya….
Maaf kok jadi curhat he he he… kan sedang belajar mendengarkan kan…
bagaimana kalau anda menjadi pelanggan yang kecewa tadi… apa yang anda rasakan...
Mendengarkan adalah sebuah tehnik, sebuah seni, sebuah keahlian yang anda bisa terus belajar menguasainya
Berikut 5 Key Element untuk menjadi Ahli dalam Mendengarkan
1. Pay Attention, tunjukkan kepada lawan bicara anda bahwa anda mendengarkan secarap penuh, dan pahami juga komunikasi non verbalnya
a. Tatap lawan bicara anda secara langsung
b. Buang jauh jauh pikiran atau mental untuk mengalihkan atau menyanggah apa yang disampaikan
c. Hindari juga kondisi lingkungan yang kadang bisa mengalihkan perhatian anda terhadap apa yang disampaikan
d. "Dengarkan" juga body language lawan bicara
e. Menahan diri "percakapan pojok" dalam diskusi kelompok, percakapan pojok biasanya ada di pojokan ngobrolin bukan tema yang sedang didiskusikan…
2. Show That You are listening, tunjukkan kalau anda benar-benar mendengarkan, kadang kita mendengarkan dengan gaya tidak mendengarkan loh….
a. Sesekali mengangguk
b. Tersenyumlah, dan gunakan ekpresi wajah lainnya
c. Pastikan body language dan postur tubuh anda menunjukkan sikap terbuka
d. Encourage lawan bicara untuk terus berbicara dengan kata-kata singkat misal "ya", "hmm" dan yang lain
3. Provide Feedback, pembicara selalu ingin memastikan apa yang
a. Bertanya untuk memperjelas… "mohon maaf, maksud anda … kan?"
b. Berikan komentar singkat sesekali untuk mempertegas pemahaman anda
4. Never Interupting, interupsi sangat mengganggu kalau tujuan anda ingin benar-benar mendengarkan apa yang ingin disampaikan.
5. Respond Appropriately, pendengar yang baik haruslah menghormati, memahami dan menghargai apapun yang disampaikan
a. Tulus, terbuka dan jujur
b. Sampaikan pendapat anda dengan respectfull
c. Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan
Dengan menguasai ke lima Key Elemen on Active Listening ini, anda akan mengalami relationship yang lebih positif dan produktif…
Dan anda bisa menjaga loyalitas anak buah atau bahkan pelanggan anda.
Dan bisa jadi Gulai Kepala Ikan anda terasa lebih LEZAT ketika anda berhasil mendengarkan para pelanggan anda…. He he he...
Semoga bermanfaat.
Solo 20 Juni 2010
Label:
Artikel,
Motivasi,
QUANTUM SUCCESS
Minggu, 26 April 2009
Program Berhenti merokok (day 1)
Salah satu Karyawan saya mengeluh tentang susahnya berhenti merokok sebut saja namanya Waridi.
Dia adalah Kepala Gudang di tempat saya bekerja.
"Sebungkus rokok seharga Rp 8000,- pasti saya habiskan dalam dua hari pak" Ujar Mas Waridi perlahan.
Beberapa hal yang saya sampaikan pada pertemuan pertama saya adalah…
Dengan mantab saya berkata:
" Mas, berhenti merokok ternyata mudah kok!"
" Mas, tahu nggak berapa uang yang dihabiskan dalam dua minggu?"
Mas Waridi menjawab mantab: "Tahu lah pak, Rp 56.000,-"
Saya (S) : " Mas, tolong nanti beli sepatu seharga Rp 56.000,- untuk hadiah anak mas!"
Mas Waridi (W) : "Lalu?"
S: "Lalu simpan saja, itu akan kita berikan dua minggu lagi"
"Itu adalah hadiah kebahagiaan Mas W, karena berhenti merokok, yang akan diberikan kepada ananda sebagai bukti komitment cinta Mas W kepada ananda"
W: "OK, lalu?"
S: "Mulai detik ini sampai dua minggu ke depan, berhenti merokok, karena uang untuk merokok anda sudah digantikan dengan sepatu cantik milik ananda"
W: "Kalau saya besok pagi-pagi ingin merokok?"
S: "Minum air putih dua gelas, lalu lihat sepatu cantik buah dari perjuangan anda melawan keinginan merokok"
W: "Tapi nanti saya setelah dua minggu, boleh merokok lagi?"
S: "Itu tidak terlalu penting"
S: "Bagaimana, siap untuk mencoba program ini?"
W: "OK, siap pak…"
Lalu setelah mendapat komitmen dari mas Waridi, saya akhiri pertemuan hari itu dengan berkomitmen mendukung program ini dengan mencatat tanggal day 1 (25 April 2009) dan tanggal dua minggu dari sekarang... juga berpesan untuk segera menyebar luaskan komitmen berhenti merokok ini kepada istri, anak, keluarga dan teman-teman mas Waridi...
be continued...
Dia adalah Kepala Gudang di tempat saya bekerja.
"Sebungkus rokok seharga Rp 8000,- pasti saya habiskan dalam dua hari pak" Ujar Mas Waridi perlahan.
Beberapa hal yang saya sampaikan pada pertemuan pertama saya adalah…
Dengan mantab saya berkata:
" Mas, berhenti merokok ternyata mudah kok!"
" Mas, tahu nggak berapa uang yang dihabiskan dalam dua minggu?"
Mas Waridi menjawab mantab: "Tahu lah pak, Rp 56.000,-"
Saya (S) : " Mas, tolong nanti beli sepatu seharga Rp 56.000,- untuk hadiah anak mas!"
Mas Waridi (W) : "Lalu?"
S: "Lalu simpan saja, itu akan kita berikan dua minggu lagi"
"Itu adalah hadiah kebahagiaan Mas W, karena berhenti merokok, yang akan diberikan kepada ananda sebagai bukti komitment cinta Mas W kepada ananda"
W: "OK, lalu?"
S: "Mulai detik ini sampai dua minggu ke depan, berhenti merokok, karena uang untuk merokok anda sudah digantikan dengan sepatu cantik milik ananda"
W: "Kalau saya besok pagi-pagi ingin merokok?"
S: "Minum air putih dua gelas, lalu lihat sepatu cantik buah dari perjuangan anda melawan keinginan merokok"
W: "Tapi nanti saya setelah dua minggu, boleh merokok lagi?"
S: "Itu tidak terlalu penting"
S: "Bagaimana, siap untuk mencoba program ini?"
W: "OK, siap pak…"
Lalu setelah mendapat komitmen dari mas Waridi, saya akhiri pertemuan hari itu dengan berkomitmen mendukung program ini dengan mencatat tanggal day 1 (25 April 2009) dan tanggal dua minggu dari sekarang... juga berpesan untuk segera menyebar luaskan komitmen berhenti merokok ini kepada istri, anak, keluarga dan teman-teman mas Waridi...
be continued...
Jumat, 21 Maret 2008
The DARK SIDE OF LOA
Galih... anakku...
Ayah sedang tidak bercerita tentang yang "gelap-gelap" apalagi remang-remang... dijamin juga tidak cerita yang serem-serem di LOA... tapi ayah ingin cerita tentang kegagalan orang dalam melakukan LOA...
Galih... banyak orang mengeluh, merasa doa tidak terkabul... merasa LOA tidak memberi hasil seperti yang diinginkan...
Ada 3 penyebab DOA tidak terkabul, LOA berjalan pada sisi yang negatif, LOA berjalan tapi dirasa tidak sempurna...
Yang Pertama, KETERIKATAN PADA KEPEMILIKAN
Ketika kita terikat dalam kepemilikan adalah ketika kebahagiaan kita terikat pada kepemilikan benda. Begitu kita terikat, seluruh pikiran dan hati kita memancarkan vibrasi miskin, takut kehilangan, kebahagiaan yang bersyarat, keraguan tiada henti, kekhawatiran, jiwa yang dikuasai... serem kan kalau itu semua yang direspon oleh Law Of Attraction... dan menjadi nyata...
"Segala sesuatu yang anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citraan mental dan tutur kata anda akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan anda" (Catherine P, Dynamic Law Of Prosperty)
Galih, ini semua tentang dominasi perasaan dan pikiran yang negatif dibandingkan apapun hasrat dan keinginan, apapun doa yang diminta, apapun LOA yang diharapkan... LOA hanya merespon apa yang ada dan dominan dalam gelembung hasrat dan perasaanmu...
Galih ... ayah berpesan... besok bangun pagi... lepaskan napas segarmu bersama afirmasi:
"Aku melepaskan Keterikatan, Aku tahu bahwa sikap dan pikiranku yang membuat aku bahagia... bukan yang lain...
Yang Kedua, KEGAGALAN VISUALISASI
Galih... visualisasi yang menjadi jembatan antara otak kanan dan otak kiri, antara unconscius mind dan conscius mind, antara hasrat dan realita antara mimpi dan kenyataan....
Seperti ketika kita complaint dan minta ganti remote AC ke Hypermart karena remote AC baru kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kita harus detail memberikan spesifikasi, hingga sedetail mungkin.... baru kita mendapat remote yang kita maui.
Itulah visualisasi menjadi jembatan antara permintaan dan pengabulan.
Banyak orang sudah merasa tidak perlu visualisasi ... pokoknya minta dan minta aja terus... yang terjadi adalah begitu LOA berjalan seperti seharusnya dan dirasakan tidak sesuai harapan... maka yang terjadi adalah kegagalan visualisasi.
Kunci visualisasi adalah jernih dan detail dan yang penting adalah SMART:
Spesifik: ibarat remote AC, kita harus tahu spec-nya, ukurannya, warnanya, bentuknya, kalau perlu rasanya.... hemmm
Measurable: terukur, seberapa besar, kapan, berapa lama
Aggreed: diri kita, bawah sadar kita harus menyetujui spec tsb
Realistic: meminta memang harus lebih tinggi tapi untuk apa minta lautan kalau kita hanya membutuhkan segelas air segar untuk diminum
Trackable: Jelas kerangka waktunya...
Galih... anakku ingat yah... kegagalan visualisasi akan membawa penyesalan... jadi jernihkan visualisasi-mu dulu sebelum melangkah dalam DOA dan LOA...
Yang Ketiga, KEYAKINAN YANG MEMBATASI
Galih... mungkin kita punya hasrat yang bagus, mungkin kita sudah punya visualisasi yang jelas, detail dan jernih dan mungkin doa sudah dipanjatkan siang malam, mungkin perasaan dan hati kita sudah dibersihkan dari keterikatan tetapi semua akan berantakan begitu kita dalam Keyakinan Yang Membatasi...
Galih... masih ingat kan ketika kita ke Kebun Binatang... Galih bertanya kenapa Gajah tidak lari dari tempatnya dikukung dalam kandang... padahal gajah bisa lari, gajah bisa menarik mobil, bisa merobohkan pohon, tapi memilih diam terikat di tiang kayu yang besarnya tidak lebih besar dari kaki gajah...
Ini adalah keyakinan yang membatasi... dari kecil gajah terikat di kayu dan kalau berontak tidak bisa lepas dari ikatan... dan keyakinan ini terbawa hingga dewasa... terbelenggu oleh keyakinannya...
Teman ayah kemarin Sinto cerita tentang anaknya (3 tahun) yang sudah hampir 3 minggu di Rumah Sakit dan harus memakai alat bantu nafas (Ventilator) karena infeksi paru-paru... dan minta nasihat untuk terjaganya LOA-nya saya pesan ke bu Sinto untuk melepaskan semua Keyakinan yang Membatasi... karena itu yang menjaga Positif Feeling ... menjaga gelembung vibrasi selalu dalam arah positif... saya pesan
“Allah menjamin dikabulkannya setiap Doa Kita”
“Tiada penyakit yang tiada obatnya”
Jadi kenapa ada keyakinan yang membatasi... kita harus tetap yakin atas berlakunya setiap hukum Allah secara mutlak....
Anakku Galih.. lepaskan segala penyebab berjalannya sisi-sisi gelap, sisi-sisi negatif, sisi-sisi yang tidak diinginkan dari Law Of Attraction.
Ayah sedang tidak bercerita tentang yang "gelap-gelap" apalagi remang-remang... dijamin juga tidak cerita yang serem-serem di LOA... tapi ayah ingin cerita tentang kegagalan orang dalam melakukan LOA...
Galih... banyak orang mengeluh, merasa doa tidak terkabul... merasa LOA tidak memberi hasil seperti yang diinginkan...
Ada 3 penyebab DOA tidak terkabul, LOA berjalan pada sisi yang negatif, LOA berjalan tapi dirasa tidak sempurna...
Yang Pertama, KETERIKATAN PADA KEPEMILIKAN
Ketika kita terikat dalam kepemilikan adalah ketika kebahagiaan kita terikat pada kepemilikan benda. Begitu kita terikat, seluruh pikiran dan hati kita memancarkan vibrasi miskin, takut kehilangan, kebahagiaan yang bersyarat, keraguan tiada henti, kekhawatiran, jiwa yang dikuasai... serem kan kalau itu semua yang direspon oleh Law Of Attraction... dan menjadi nyata...
"Segala sesuatu yang anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citraan mental dan tutur kata anda akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan anda" (Catherine P, Dynamic Law Of Prosperty)
Galih, ini semua tentang dominasi perasaan dan pikiran yang negatif dibandingkan apapun hasrat dan keinginan, apapun doa yang diminta, apapun LOA yang diharapkan... LOA hanya merespon apa yang ada dan dominan dalam gelembung hasrat dan perasaanmu...
Galih ... ayah berpesan... besok bangun pagi... lepaskan napas segarmu bersama afirmasi:
"Aku melepaskan Keterikatan, Aku tahu bahwa sikap dan pikiranku yang membuat aku bahagia... bukan yang lain...
Yang Kedua, KEGAGALAN VISUALISASI
Galih... visualisasi yang menjadi jembatan antara otak kanan dan otak kiri, antara unconscius mind dan conscius mind, antara hasrat dan realita antara mimpi dan kenyataan....
Seperti ketika kita complaint dan minta ganti remote AC ke Hypermart karena remote AC baru kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kita harus detail memberikan spesifikasi, hingga sedetail mungkin.... baru kita mendapat remote yang kita maui.
Itulah visualisasi menjadi jembatan antara permintaan dan pengabulan.
Banyak orang sudah merasa tidak perlu visualisasi ... pokoknya minta dan minta aja terus... yang terjadi adalah begitu LOA berjalan seperti seharusnya dan dirasakan tidak sesuai harapan... maka yang terjadi adalah kegagalan visualisasi.
Kunci visualisasi adalah jernih dan detail dan yang penting adalah SMART:
Spesifik: ibarat remote AC, kita harus tahu spec-nya, ukurannya, warnanya, bentuknya, kalau perlu rasanya.... hemmm
Measurable: terukur, seberapa besar, kapan, berapa lama
Aggreed: diri kita, bawah sadar kita harus menyetujui spec tsb
Realistic: meminta memang harus lebih tinggi tapi untuk apa minta lautan kalau kita hanya membutuhkan segelas air segar untuk diminum
Trackable: Jelas kerangka waktunya...
Galih... anakku ingat yah... kegagalan visualisasi akan membawa penyesalan... jadi jernihkan visualisasi-mu dulu sebelum melangkah dalam DOA dan LOA...
Yang Ketiga, KEYAKINAN YANG MEMBATASI
Galih... mungkin kita punya hasrat yang bagus, mungkin kita sudah punya visualisasi yang jelas, detail dan jernih dan mungkin doa sudah dipanjatkan siang malam, mungkin perasaan dan hati kita sudah dibersihkan dari keterikatan tetapi semua akan berantakan begitu kita dalam Keyakinan Yang Membatasi...
Galih... masih ingat kan ketika kita ke Kebun Binatang... Galih bertanya kenapa Gajah tidak lari dari tempatnya dikukung dalam kandang... padahal gajah bisa lari, gajah bisa menarik mobil, bisa merobohkan pohon, tapi memilih diam terikat di tiang kayu yang besarnya tidak lebih besar dari kaki gajah...
Ini adalah keyakinan yang membatasi... dari kecil gajah terikat di kayu dan kalau berontak tidak bisa lepas dari ikatan... dan keyakinan ini terbawa hingga dewasa... terbelenggu oleh keyakinannya...
Teman ayah kemarin Sinto cerita tentang anaknya (3 tahun) yang sudah hampir 3 minggu di Rumah Sakit dan harus memakai alat bantu nafas (Ventilator) karena infeksi paru-paru... dan minta nasihat untuk terjaganya LOA-nya saya pesan ke bu Sinto untuk melepaskan semua Keyakinan yang Membatasi... karena itu yang menjaga Positif Feeling ... menjaga gelembung vibrasi selalu dalam arah positif... saya pesan
“Allah menjamin dikabulkannya setiap Doa Kita”
“Tiada penyakit yang tiada obatnya”
Jadi kenapa ada keyakinan yang membatasi... kita harus tetap yakin atas berlakunya setiap hukum Allah secara mutlak....
Anakku Galih.. lepaskan segala penyebab berjalannya sisi-sisi gelap, sisi-sisi negatif, sisi-sisi yang tidak diinginkan dari Law Of Attraction.
Sabtu, 15 Maret 2008
The Power Of Releasing II
Halo semua…. Selamat Pagi Selalu…. Hemmm segarnya….Masih ingat mas Karso yang membersihkan kolam hatinya sehingga berkilau dan jernih….(The Power Of Releasing I di http://galih-apisemangat.blogspot.com )
Mas Karso sudah membersihkan ruang hati dan pikiran dari semua beban-beban masa lalu
Sehingga ringan langkah diayun
Sandra Anne Taylor dalam "Quantum Success The Astounding Science of Wealth and Happiness"
Menempatkan the Power Of Releasing sebagai kekuatan pribadi yang pertama dan utama.
Ada beberapa tingkat pelepasan.
LEVEL 1: Pelepasan Fisik ………… lepaskan semua ketegangan, penat, badan pegal-pegal dengan rekreasi, olah raga atau meditasi…. Bukankah dalam badan yang sehat terdapat badan yang kuat kan….
LEVEL 2 : Pelepasan Mental ...Ada beberapa mental yang harus dijernihkan:
1. Menghakimi, menghakimi orang lain, diri sendiri bahkan menghakimi pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu.
2. Kekhawatiran ….
LEVEL 3: Pelepasan Perilaku
…. Perilaku dipengaruhi dan perilaku kecanduan akan segala hal hanya akan memati rasakan emosi kita….
…. Merasa bahagia karena rokok, televisi, makan, foya-foya adalah contoh kecanduan yang mengekang kita dalam kebahagiaan semu….
LEVEL 4: Pelepasan Dari Keterikatan Materi …. Harta kita, pekerjaan kita, mobil kita, baju sampai perhiasan yang dikenakan adalah semua hal yang kita banggakan karena kita miliki. Namun harga dari kepemilikan adalah keterikatan… jadi kita akhirnya yang dimiliki oleh harta…
"Apakah yang terjadi kalau kita kehilangan?"
Lenyapnya kebahagiaan karena kebahagiaan terikat dalam kebendaan…..
Bukan kita tidak boleh mengumpukan harta tapi "Kita tidak memerlukan harta benda supaya kita bahagia"
Dan jangan lupa paradoksnya:
"KETIKA ANDA MELEPASKAN KETERIKATAN ANDA MEMPEROLEH SEGALANYA
Mas Karso sudah membersihkan ruang hati dan pikiran dari semua beban-beban masa lalu
Sehingga ringan langkah diayun
Sandra Anne Taylor dalam "Quantum Success The Astounding Science of Wealth and Happiness"
Menempatkan the Power Of Releasing sebagai kekuatan pribadi yang pertama dan utama.
Ada beberapa tingkat pelepasan.
LEVEL 1: Pelepasan Fisik ………… lepaskan semua ketegangan, penat, badan pegal-pegal dengan rekreasi, olah raga atau meditasi…. Bukankah dalam badan yang sehat terdapat badan yang kuat kan….
LEVEL 2 : Pelepasan Mental ...Ada beberapa mental yang harus dijernihkan:
1. Menghakimi, menghakimi orang lain, diri sendiri bahkan menghakimi pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu.
2. Kekhawatiran ….
LEVEL 3: Pelepasan Perilaku
…. Perilaku dipengaruhi dan perilaku kecanduan akan segala hal hanya akan memati rasakan emosi kita….
…. Merasa bahagia karena rokok, televisi, makan, foya-foya adalah contoh kecanduan yang mengekang kita dalam kebahagiaan semu….
LEVEL 4: Pelepasan Dari Keterikatan Materi …. Harta kita, pekerjaan kita, mobil kita, baju sampai perhiasan yang dikenakan adalah semua hal yang kita banggakan karena kita miliki. Namun harga dari kepemilikan adalah keterikatan… jadi kita akhirnya yang dimiliki oleh harta…
"Apakah yang terjadi kalau kita kehilangan?"
Lenyapnya kebahagiaan karena kebahagiaan terikat dalam kebendaan…..
Bukan kita tidak boleh mengumpukan harta tapi "Kita tidak memerlukan harta benda supaya kita bahagia"
Dan jangan lupa paradoksnya:
"KETIKA ANDA MELEPASKAN KETERIKATAN ANDA MEMPEROLEH SEGALANYA
Label:
Ilmu Ikhlas,
Motivasi,
QUANTUM SUCCESS
The Power Of Releasing I
Hari masih pagi …. Hemmm…. Segarnya…. Matahari masih segar di ujung timur….
Mas Karso siap melangkah.
Setelah tadi malam kerja lembur membersihkan kolam di belakang rumah.
Sudah seminggu mas Karso mengeluh… kolam airnya kotor dan tidak nyaman dipandang
Sampah, tanah, debu, kotoran, batu, kerikil hingga pasir terkumpul mengendap bercampur dengan air kolam yang harusnya jernih.
Ikan jadi sesak nafas, seakan ogah hidup di kolam itu…..
Yang terpantul dan dan terbias dari kolam itu adalah redup, kotor, bau…. Sampah
Air segarnya tertutupi dan terdominasi oleh endapan sampah
Lama-lama kolam itu bisa mati
Jiwa, hati, pikiran, perasaan kita adalah kolam air kita….
Airnya jernih membias kesegaran
Hingga….
Kekhawatiran, trauma, menyalahkan, menghakimi, pengalaman gagal ….
Tiap saat bertambah, mengendap, memenuhi, mengotori ruang bawah sadar kita.
Mendominasi ….
Sehingga kita kehilangan ruang untuk beresonansi, bervibrasi terdominasi pikiran, perasaan negatif.
Jiwa kita bisa mati
Bagaimana membersihkannya… ya DILEPASKAN saja….
Pagi ini Mas Karso langkahnya terasa lebih ringan…. Lebih panjang …. Segarnya air mebias penuh semangat kehidupan….
Semua yang membebani langkah telah dilepaskan.
Pasti anda semua mempunyai cara tersendiri untuk melepaskan pikiran-perasaan negatif….
Kasih tahu dong….!
Mas Karso siap melangkah.
Setelah tadi malam kerja lembur membersihkan kolam di belakang rumah.
Sudah seminggu mas Karso mengeluh… kolam airnya kotor dan tidak nyaman dipandang
Sampah, tanah, debu, kotoran, batu, kerikil hingga pasir terkumpul mengendap bercampur dengan air kolam yang harusnya jernih.
Ikan jadi sesak nafas, seakan ogah hidup di kolam itu…..
Yang terpantul dan dan terbias dari kolam itu adalah redup, kotor, bau…. Sampah
Air segarnya tertutupi dan terdominasi oleh endapan sampah
Lama-lama kolam itu bisa mati
Jiwa, hati, pikiran, perasaan kita adalah kolam air kita….
Airnya jernih membias kesegaran
Hingga….
Kekhawatiran, trauma, menyalahkan, menghakimi, pengalaman gagal ….
Tiap saat bertambah, mengendap, memenuhi, mengotori ruang bawah sadar kita.
Mendominasi ….
Sehingga kita kehilangan ruang untuk beresonansi, bervibrasi terdominasi pikiran, perasaan negatif.
Jiwa kita bisa mati
Bagaimana membersihkannya… ya DILEPASKAN saja….
Pagi ini Mas Karso langkahnya terasa lebih ringan…. Lebih panjang …. Segarnya air mebias penuh semangat kehidupan….
Semua yang membebani langkah telah dilepaskan.
Pasti anda semua mempunyai cara tersendiri untuk melepaskan pikiran-perasaan negatif….
Kasih tahu dong….!
Langganan:
Postingan (Atom)