Hallo sahabat-sahabatku… masih segar yah… kalau agak gerah dikit coba keluar ruangan bentar … tuh lihat awan puti yang berarak di langit… rasakan desauan angin … segarr kan … itulah kehidupan… kadang kita terlalu lama duduk didalam ruangan kita sehingga ruangan kita setiap saat terasa sempit yah….
Nah tentang cara memandang kehidupan ada renungan yang aku dapat dari Milis sebelah (maaf kalau sudah pernah dapat)
"Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Tuhan tahu kemampuan kita. Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja"
Dari kecil saya senang mendengar cerita. Baik lisan maupun tertulis. Dan cerita ini pula sering menjadi bahan ilustrasi saya jika sedang kebagian tugas mengajar atau memberikan briefing harian. Tidak tahu kenapa, buat saya selalu saja ada hikmah dari cerita yang saya dengar.
Berikut salah satu cerita yang ingin saya share:
Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang puteranya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.
Orang-orang dikampung yang mendengar berita itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu".
Keesokan harinya, ternyata kuda pak Tani kembali kekandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa.
Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.
Orang-orang dikampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu".
Keesokan harinya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.
Orang-orang dikampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu".
Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulangnya yang patah akan baik kembali.
Keesokan harinya, datanglah Panglima Perang Raja kedesa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh ditempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.
Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu". Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu".
Kisah diatas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut:
non-judgement. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Sutradara.
Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan". Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.
Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sungguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti. Seorang karyawan yang dipecat perusahaannya, bisa jadi bukan suatu "kesialan", manakala ternyata status job-lessnya telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain. Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini, kejadian-kejadian PHK , Paket Hengkang, Mutasi tugas, Bencana Alam Gempa Bumi, Konflik rumah tangga, Putus Cinta dan apapun namanya itu. . . . karena.... sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu.
"Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Tuhan tahu kemampuan kita. Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja "
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Ikhlas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Mei 2008
Sabtu, 15 Maret 2008
The Power Of Releasing II
Halo semua…. Selamat Pagi Selalu…. Hemmm segarnya….Masih ingat mas Karso yang membersihkan kolam hatinya sehingga berkilau dan jernih….(The Power Of Releasing I di http://galih-apisemangat.blogspot.com )
Mas Karso sudah membersihkan ruang hati dan pikiran dari semua beban-beban masa lalu
Sehingga ringan langkah diayun
Sandra Anne Taylor dalam "Quantum Success The Astounding Science of Wealth and Happiness"
Menempatkan the Power Of Releasing sebagai kekuatan pribadi yang pertama dan utama.
Ada beberapa tingkat pelepasan.
LEVEL 1: Pelepasan Fisik ………… lepaskan semua ketegangan, penat, badan pegal-pegal dengan rekreasi, olah raga atau meditasi…. Bukankah dalam badan yang sehat terdapat badan yang kuat kan….
LEVEL 2 : Pelepasan Mental ...Ada beberapa mental yang harus dijernihkan:
1. Menghakimi, menghakimi orang lain, diri sendiri bahkan menghakimi pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu.
2. Kekhawatiran ….
LEVEL 3: Pelepasan Perilaku
…. Perilaku dipengaruhi dan perilaku kecanduan akan segala hal hanya akan memati rasakan emosi kita….
…. Merasa bahagia karena rokok, televisi, makan, foya-foya adalah contoh kecanduan yang mengekang kita dalam kebahagiaan semu….
LEVEL 4: Pelepasan Dari Keterikatan Materi …. Harta kita, pekerjaan kita, mobil kita, baju sampai perhiasan yang dikenakan adalah semua hal yang kita banggakan karena kita miliki. Namun harga dari kepemilikan adalah keterikatan… jadi kita akhirnya yang dimiliki oleh harta…
"Apakah yang terjadi kalau kita kehilangan?"
Lenyapnya kebahagiaan karena kebahagiaan terikat dalam kebendaan…..
Bukan kita tidak boleh mengumpukan harta tapi "Kita tidak memerlukan harta benda supaya kita bahagia"
Dan jangan lupa paradoksnya:
"KETIKA ANDA MELEPASKAN KETERIKATAN ANDA MEMPEROLEH SEGALANYA
Mas Karso sudah membersihkan ruang hati dan pikiran dari semua beban-beban masa lalu
Sehingga ringan langkah diayun
Sandra Anne Taylor dalam "Quantum Success The Astounding Science of Wealth and Happiness"
Menempatkan the Power Of Releasing sebagai kekuatan pribadi yang pertama dan utama.
Ada beberapa tingkat pelepasan.
LEVEL 1: Pelepasan Fisik ………… lepaskan semua ketegangan, penat, badan pegal-pegal dengan rekreasi, olah raga atau meditasi…. Bukankah dalam badan yang sehat terdapat badan yang kuat kan….
LEVEL 2 : Pelepasan Mental ...Ada beberapa mental yang harus dijernihkan:
1. Menghakimi, menghakimi orang lain, diri sendiri bahkan menghakimi pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu.
2. Kekhawatiran ….
LEVEL 3: Pelepasan Perilaku
…. Perilaku dipengaruhi dan perilaku kecanduan akan segala hal hanya akan memati rasakan emosi kita….
…. Merasa bahagia karena rokok, televisi, makan, foya-foya adalah contoh kecanduan yang mengekang kita dalam kebahagiaan semu….
LEVEL 4: Pelepasan Dari Keterikatan Materi …. Harta kita, pekerjaan kita, mobil kita, baju sampai perhiasan yang dikenakan adalah semua hal yang kita banggakan karena kita miliki. Namun harga dari kepemilikan adalah keterikatan… jadi kita akhirnya yang dimiliki oleh harta…
"Apakah yang terjadi kalau kita kehilangan?"
Lenyapnya kebahagiaan karena kebahagiaan terikat dalam kebendaan…..
Bukan kita tidak boleh mengumpukan harta tapi "Kita tidak memerlukan harta benda supaya kita bahagia"
Dan jangan lupa paradoksnya:
"KETIKA ANDA MELEPASKAN KETERIKATAN ANDA MEMPEROLEH SEGALANYA
Label:
Ilmu Ikhlas,
Motivasi,
QUANTUM SUCCESS
The Power Of Releasing I
Hari masih pagi …. Hemmm…. Segarnya…. Matahari masih segar di ujung timur….
Mas Karso siap melangkah.
Setelah tadi malam kerja lembur membersihkan kolam di belakang rumah.
Sudah seminggu mas Karso mengeluh… kolam airnya kotor dan tidak nyaman dipandang
Sampah, tanah, debu, kotoran, batu, kerikil hingga pasir terkumpul mengendap bercampur dengan air kolam yang harusnya jernih.
Ikan jadi sesak nafas, seakan ogah hidup di kolam itu…..
Yang terpantul dan dan terbias dari kolam itu adalah redup, kotor, bau…. Sampah
Air segarnya tertutupi dan terdominasi oleh endapan sampah
Lama-lama kolam itu bisa mati
Jiwa, hati, pikiran, perasaan kita adalah kolam air kita….
Airnya jernih membias kesegaran
Hingga….
Kekhawatiran, trauma, menyalahkan, menghakimi, pengalaman gagal ….
Tiap saat bertambah, mengendap, memenuhi, mengotori ruang bawah sadar kita.
Mendominasi ….
Sehingga kita kehilangan ruang untuk beresonansi, bervibrasi terdominasi pikiran, perasaan negatif.
Jiwa kita bisa mati
Bagaimana membersihkannya… ya DILEPASKAN saja….
Pagi ini Mas Karso langkahnya terasa lebih ringan…. Lebih panjang …. Segarnya air mebias penuh semangat kehidupan….
Semua yang membebani langkah telah dilepaskan.
Pasti anda semua mempunyai cara tersendiri untuk melepaskan pikiran-perasaan negatif….
Kasih tahu dong….!
Mas Karso siap melangkah.
Setelah tadi malam kerja lembur membersihkan kolam di belakang rumah.
Sudah seminggu mas Karso mengeluh… kolam airnya kotor dan tidak nyaman dipandang
Sampah, tanah, debu, kotoran, batu, kerikil hingga pasir terkumpul mengendap bercampur dengan air kolam yang harusnya jernih.
Ikan jadi sesak nafas, seakan ogah hidup di kolam itu…..
Yang terpantul dan dan terbias dari kolam itu adalah redup, kotor, bau…. Sampah
Air segarnya tertutupi dan terdominasi oleh endapan sampah
Lama-lama kolam itu bisa mati
Jiwa, hati, pikiran, perasaan kita adalah kolam air kita….
Airnya jernih membias kesegaran
Hingga….
Kekhawatiran, trauma, menyalahkan, menghakimi, pengalaman gagal ….
Tiap saat bertambah, mengendap, memenuhi, mengotori ruang bawah sadar kita.
Mendominasi ….
Sehingga kita kehilangan ruang untuk beresonansi, bervibrasi terdominasi pikiran, perasaan negatif.
Jiwa kita bisa mati
Bagaimana membersihkannya… ya DILEPASKAN saja….
Pagi ini Mas Karso langkahnya terasa lebih ringan…. Lebih panjang …. Segarnya air mebias penuh semangat kehidupan….
Semua yang membebani langkah telah dilepaskan.
Pasti anda semua mempunyai cara tersendiri untuk melepaskan pikiran-perasaan negatif….
Kasih tahu dong….!
Langganan:
Postingan (Atom)