Baru saja ditemukan sebuah penyakit yang disebut EXCUSITIS...
Kabar buruknya di tengah tahun yang kata orang disebut financial
crisis ini, penyakit ini cepat berkembang biak di semua kalangan.
Yang langsung terlihat pada fisik penderita penyakit ini adalah selalu
terlambat dalam melakukan sesuatu...
Dan bahayanya adalah ternyata tanpa disadari semua dari kita
berpotensi mendapatkan penyakit ini.
Bahkan tanpa sadar saat ini penyakit ini sudah menggerogoti pangkal
dari batang otak kita...
Dan pada saatnya kita akan berteriak.... "TERLAMBAT !"
Apa itu EXCUSITIS, kata ini memang baru saja saya temukan ketika
browsing di suatu web site luar.
Sesuai kata dasarnya yaitu EXCUSE... mencari-cari alasan, dalih atau
permintaan maaf atas sesuatu yang enggan kita lakukan...
Sesuatu yang menahan ACTION kita.... yang menjadi the real mental
block diri kita...
Ciri atau symptom atau gejala dari penyakit ini adalah... kata
"terlalu" dan "tidak cukup"
... terlalu muda, terlalu tua, terlalu mahal, terlalu murah, terlalu
beresiko, terlalu mudah...
... tidak cukup modal, tidak cukup waktu, tidak cukup pandai, tidak
cukup berani...
>
Lalu perlahan kita memperlambat rencana besar kita, lalu perlahan kita
berhenti bermimpi
Lalu kita diam tanpa action
Lalu kita mati
Saatnya mencari vaksin utk penyakit yang cepat menjadi epidemi ini...
Sebelum wabah itu sampai ke diri kita
WASPADALAH...!!
Jumat, 13 Maret 2009
Jumat, 06 Maret 2009
TIGA atau EMPAT buah Apel
Malam itu saya sembari rebahan di antara Daffa dan Galih, dalam hawa dingin di antara rintikan hujan bulan Januari, saya mendongeng tentang sesuatu yang pernah diceritakan oleh almarhum kakek mereka … (lebih tepatnya waktu itu ayahku membaca dari sebuah buku…)… tapi tentu saja aku permanis dengan bumbu-bumbu yang lebih up to date...
Judulnya: TIGA atau EMPAT Buah Apel.
Tersebutlah di sebuah sekolah kecil level Elementary dipojokan kota London pada suatu masa di tahun '80 an, seorang guru muda yang baru dua minggu mengajar di sekolah tersebut.
Hari itu dia mengajarkan pelajaran Matematika.
"Tom, kalau saya berikan padamu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang akan kamu punya?"
Guru tersebut bertanya dengan perlahan kepada anak berumur 7 tahun yang duduk paling depan.
Setelah beberapa saat Tom menjawab: "EMPAT!"
Dengan ekspresi kaget bin heran… karena berharap Tom akan menjawab "tiga" dengan mudahnya.
Guru tersebut sangat kecewa. "Mungkin anak ini kurang mendengarkan tadi" pikirnya.
Guru muda berkacamata bulat tersebut bertanya lagi, "emmm...Tom, dengar baik-baik yah. Jika saya memberimu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang akan kamu punya?"
Tom, mulai membaca wajah kecewa pada wajah ayu Bu Guru…
Lalu berpikir agak lama, sembari menekuk muka dan melakukan jarimatika…
Tetapi Tom tetap menemukan jawaban yang sama..
Dia hitung lagi supaya menemukan jawaban yang mungkin beda dan akan membuat wajah ayu Bu Guru merona ceria… tetapi hasilnya tetap sama…
"ehmmm ...EMPAT….!" agak ragu-ragu dan perlahan Tom berucap…
Wajah kecewa masih tetap di wajah bu guru berkacamata oval itu.
"Ehmm… kayaknya Tom senang dengan buah Strawberry dan mungkin Tom tidak suka apel sehingga tidak bisa fokus" pikir Bu Guru ayu dan berkacamata itu….
Lalu dengan wajah ayu nan merona bahagia laksana Tamara Blezinsky bertanya lagi "Tom, kalau saya beri kamu satu strawberry dan satu strawberry dan satu strawberry. Maka berapa yang akan kamu punyai?"
Melihat wajah ceria Bu Guru, Tom menjawab cepat: "TIGA!"
Senyum kemenangan berkembang di wajah Bu Guru itu.
Tetapi sebelum terlalu bergembira dengan keberhasilan menemukan sebuah cara pendekatan baru, sekali lagi Bu Guru bertanya: "OK, sekarang kalau saya beri kamu satu apel dan satu apel dan satu apel lagi, berapa yang akan kamu punyai?"
Dengan cepat Tom menjawab, "EMPAT!"
Dengan muka terperanjat pucat, laksana semua ijazah dan sertifikat luruh ditelan angin…
Bu Guru mengeluh, " How Tom, how?"… bagaimana mungkin….
Dalam suara yang pelan dan ragu-ragu, anak muda Tom menjawab,
"…. Karena, saya sudah memiliki satu apel di tas saya Bu…."
Dongeng atau cerita yang berasal dari almarhum ayahku ini sangat sederhana, tetapi terus membekas di hati dan pikiranku…apalagi ayahku memang seorang guru SD juga…
"kadang kita menilai dan memahami seseorang berdasarkan apa yang menurut kita benar"
"kadang kita bereaksi berdasarkan persepsi saja dan bukan pada kenyataan"
Bagaimana menurut anda?
Judulnya: TIGA atau EMPAT Buah Apel.
Tersebutlah di sebuah sekolah kecil level Elementary dipojokan kota London pada suatu masa di tahun '80 an, seorang guru muda yang baru dua minggu mengajar di sekolah tersebut.
Hari itu dia mengajarkan pelajaran Matematika.
"Tom, kalau saya berikan padamu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang akan kamu punya?"
Guru tersebut bertanya dengan perlahan kepada anak berumur 7 tahun yang duduk paling depan.
Setelah beberapa saat Tom menjawab: "EMPAT!"
Dengan ekspresi kaget bin heran… karena berharap Tom akan menjawab "tiga" dengan mudahnya.
Guru tersebut sangat kecewa. "Mungkin anak ini kurang mendengarkan tadi" pikirnya.
Guru muda berkacamata bulat tersebut bertanya lagi, "emmm...Tom, dengar baik-baik yah. Jika saya memberimu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang akan kamu punya?"
Tom, mulai membaca wajah kecewa pada wajah ayu Bu Guru…
Lalu berpikir agak lama, sembari menekuk muka dan melakukan jarimatika…
Tetapi Tom tetap menemukan jawaban yang sama..
Dia hitung lagi supaya menemukan jawaban yang mungkin beda dan akan membuat wajah ayu Bu Guru merona ceria… tetapi hasilnya tetap sama…
"ehmmm ...EMPAT….!" agak ragu-ragu dan perlahan Tom berucap…
Wajah kecewa masih tetap di wajah bu guru berkacamata oval itu.
"Ehmm… kayaknya Tom senang dengan buah Strawberry dan mungkin Tom tidak suka apel sehingga tidak bisa fokus" pikir Bu Guru ayu dan berkacamata itu….
Lalu dengan wajah ayu nan merona bahagia laksana Tamara Blezinsky bertanya lagi "Tom, kalau saya beri kamu satu strawberry dan satu strawberry dan satu strawberry. Maka berapa yang akan kamu punyai?"
Melihat wajah ceria Bu Guru, Tom menjawab cepat: "TIGA!"
Senyum kemenangan berkembang di wajah Bu Guru itu.
Tetapi sebelum terlalu bergembira dengan keberhasilan menemukan sebuah cara pendekatan baru, sekali lagi Bu Guru bertanya: "OK, sekarang kalau saya beri kamu satu apel dan satu apel dan satu apel lagi, berapa yang akan kamu punyai?"
Dengan cepat Tom menjawab, "EMPAT!"
Dengan muka terperanjat pucat, laksana semua ijazah dan sertifikat luruh ditelan angin…
Bu Guru mengeluh, " How Tom, how?"… bagaimana mungkin….
Dalam suara yang pelan dan ragu-ragu, anak muda Tom menjawab,
"…. Karena, saya sudah memiliki satu apel di tas saya Bu…."
Dongeng atau cerita yang berasal dari almarhum ayahku ini sangat sederhana, tetapi terus membekas di hati dan pikiranku…apalagi ayahku memang seorang guru SD juga…
"kadang kita menilai dan memahami seseorang berdasarkan apa yang menurut kita benar"
"kadang kita bereaksi berdasarkan persepsi saja dan bukan pada kenyataan"
Bagaimana menurut anda?
Jumat, 06 Februari 2009
KUANTUM HATI : STUDENT BEST CAMP
Berikut beberapa berita tentang kegiatan Kuantum Hati yang diliput di Media Massa... mudah-mudahan list ini bisa terus bertambah dari masa ke masa... sebagai bukti KIBARAN KARYA dalam semangat BERBAGI untuk KEHIDUPAN YANG MAKIN BAIK....
Kuantum Hati bidik generasi muda
Edisi : Senin, 12 Januari 2009 , Hal.XII
Student Base Camp, asah rasa percaya diri anak hadapi UN
Solo (Espos) Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan baik bagi siswa SMP atau siswa SMA beberapa bulan lagi. Tak hanya siswa, guru dan orangtua pun ikut melakukan persiapan agar pelaksanaan UN berjalan sukses dan sesuai harapan.
Di dalam menghadapi UN, belajar saja ternyata dinilai tidak cukup oleh sebagian siswa. Perlu ada upaya lain yaitu dengan doa dan persiapan mental agar lebih percaya diri atau PD.
Untuk mewadahi siswa-siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UN, Komunitas Quantum Hati menyelenggarakan Student Base Camp Gerakan Hati, Sabtu-Minggu (10-11/1), di Ruang Seminar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada acara yang bertemakan Hati-hati Ada Inovasi itu antara lain spiritual building, pemberian motivasi dan pembekalan menghadapi UN seperti pemberian materi kiat-kiat atau strategi belajar.
Ketua Komunitas Quantum Hati STIE Surakarta, Ermalia Normalita mengatakan, sebelum pelaksanaan Student Base Camp, pihaknya sudah mengadakan pendampingan baik secara online atau offline kepada 25 sekolah di Solo Raya selama tiga bulan. Dikemukakan dia, peserta yang mengikuti Student Base Camp adalah 92 siswa kelas III SMA dan 25 guru pendamping di Solo Raya.
Pemetaan masa depan
Erma menjelaskan, pada Student Base Camp, peserta diajak untuk membuat proklamasi hidup dengan mapping atau pemetaan masa depan.
“Untuk peserta adalah siswa kelas tiga SMA. Posisi mereka berada di critical point dan timing crusial yang berada di gerbang kehidupan. Kami berharap ke depan mereka lebih terarah. Melalui Student Base Camp, kami ingin memilih agent of change,” ucap Erma.
Sekjen Quantum Hati, Supriyadi menuturkan, pada Student Base Camp antara lain melibatkan Pondok Pesantren (Ponpes) Adh Dhuha, Ponpes Hidayatullah, sejumlah ustad dan santri makaryo.
Dua peserta Student Base Camp masing-masing siswa kelas III Akuntansi SMK PGRI Wonogiri, Widayat, 19 dan siswa kelas XII MAN Sukoharjo, Siti Aisyah, 17, mengaku ingin mendapat tambahan pengalaman, informasi dan mempersiapkan diri menghadapi UN.
“Saya berharap dapat motivasi untuk persiapan UN supaya lebih PD. Ada keluhan dari teman-teman karena skor kelulusan naik dan saya ingin kami bisa lulus UN,” jelas Widayat. Aisyah menilai Student Base Camp sebagai sarana untuk memantapkan diri menghadapi UN. - Oleh : Nadhiroh
SOLO POS online, 10 January 2009
Solo (Espos) Kuantum Hati bekerja sama dengan Ihyaa & Co, STIE Surakarta, Komunitas Tangan Di Atas, Santri Makaryo, BMT Hidayatullah, Pondok Pesantren Al Kahfi Hidayatullah,
Pondok Pesantren Assalaam, dan Pondok Pesantren Adh Dhuhaa menyelenggarakan Gerakan Hati Peduli Generasi Muda yang diperuntukkan kepada siswa siswi pelajar SMA kelas III. Pelatihan yang dikemas dalam Student Best Camp itu diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu (10-11/1), di Kampus STIES, Jl Slamet Riyadi No 435-437, Makamhaji Solo, dengan tema kegiatan Hati-Hati Ada Inovasi.
Menurut salah satu panitia, Ermalia Normalita SE MM Ch, dalam rilis yang diterima Espos, Jumat (9/1), program ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Deliberate Based Approach guna menjalin transformasi proses belajar mengajak yang optimal pada peserta secara dinamis. -
Studen Best Camp di STIES Surakarta
oleh ara pada 10-01-2009
JOGLOSEMAR online 10 Januari 2009
SOLO (Joglosemar): Kuantum Hati menyelenggarakan “Gerakan Hati Peduli Generasi Muda” untuk siswa-siswi pelajar SMA kelas 3 yaitu pelatihan guna membentuk pribadi yang sadar nilai serta memiliki sikap mental (mental attitude) positif. Program tersebut dirancang dengan menggunakan pendekatan Deliberate Based Approach guna menjamin transformasi proses belajar mengajar yang optimal pada peserta secara dinamis.
Program Student Best Camp diselenggarakan Sabtu (10/1) dan Minggu (11/1) Januari 2009 di Kampus STIES Surakarta dengan tema “Hati-hati ada Inovasi” dengan bentuk kegiatan pelatihan Soft Skill. Kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Kuantum Hati dengan Ihya&Co, STIE Surakarta, Komunitas Tangan di Atas, Santri Makaryo, BMT Hidayatullah, Pondok Pesantren Al Kahfi Hidayatullah, Pondok Pesantren Assalam, dan Pondok pesantren Adh Dhuhaa. (ara)
Kuantum Hati bidik generasi muda
Edisi : Senin, 12 Januari 2009 , Hal.XII
Student Base Camp, asah rasa percaya diri anak hadapi UN
Solo (Espos) Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan baik bagi siswa SMP atau siswa SMA beberapa bulan lagi. Tak hanya siswa, guru dan orangtua pun ikut melakukan persiapan agar pelaksanaan UN berjalan sukses dan sesuai harapan.
Di dalam menghadapi UN, belajar saja ternyata dinilai tidak cukup oleh sebagian siswa. Perlu ada upaya lain yaitu dengan doa dan persiapan mental agar lebih percaya diri atau PD.
Untuk mewadahi siswa-siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UN, Komunitas Quantum Hati menyelenggarakan Student Base Camp Gerakan Hati, Sabtu-Minggu (10-11/1), di Ruang Seminar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada acara yang bertemakan Hati-hati Ada Inovasi itu antara lain spiritual building, pemberian motivasi dan pembekalan menghadapi UN seperti pemberian materi kiat-kiat atau strategi belajar.
Ketua Komunitas Quantum Hati STIE Surakarta, Ermalia Normalita mengatakan, sebelum pelaksanaan Student Base Camp, pihaknya sudah mengadakan pendampingan baik secara online atau offline kepada 25 sekolah di Solo Raya selama tiga bulan. Dikemukakan dia, peserta yang mengikuti Student Base Camp adalah 92 siswa kelas III SMA dan 25 guru pendamping di Solo Raya.
Pemetaan masa depan
Erma menjelaskan, pada Student Base Camp, peserta diajak untuk membuat proklamasi hidup dengan mapping atau pemetaan masa depan.
“Untuk peserta adalah siswa kelas tiga SMA. Posisi mereka berada di critical point dan timing crusial yang berada di gerbang kehidupan. Kami berharap ke depan mereka lebih terarah. Melalui Student Base Camp, kami ingin memilih agent of change,” ucap Erma.
Sekjen Quantum Hati, Supriyadi menuturkan, pada Student Base Camp antara lain melibatkan Pondok Pesantren (Ponpes) Adh Dhuha, Ponpes Hidayatullah, sejumlah ustad dan santri makaryo.
Dua peserta Student Base Camp masing-masing siswa kelas III Akuntansi SMK PGRI Wonogiri, Widayat, 19 dan siswa kelas XII MAN Sukoharjo, Siti Aisyah, 17, mengaku ingin mendapat tambahan pengalaman, informasi dan mempersiapkan diri menghadapi UN.
“Saya berharap dapat motivasi untuk persiapan UN supaya lebih PD. Ada keluhan dari teman-teman karena skor kelulusan naik dan saya ingin kami bisa lulus UN,” jelas Widayat. Aisyah menilai Student Base Camp sebagai sarana untuk memantapkan diri menghadapi UN. - Oleh : Nadhiroh
SOLO POS online, 10 January 2009
Solo (Espos) Kuantum Hati bekerja sama dengan Ihyaa & Co, STIE Surakarta, Komunitas Tangan Di Atas, Santri Makaryo, BMT Hidayatullah, Pondok Pesantren Al Kahfi Hidayatullah,
Pondok Pesantren Assalaam, dan Pondok Pesantren Adh Dhuhaa menyelenggarakan Gerakan Hati Peduli Generasi Muda yang diperuntukkan kepada siswa siswi pelajar SMA kelas III. Pelatihan yang dikemas dalam Student Best Camp itu diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu (10-11/1), di Kampus STIES, Jl Slamet Riyadi No 435-437, Makamhaji Solo, dengan tema kegiatan Hati-Hati Ada Inovasi.
Menurut salah satu panitia, Ermalia Normalita SE MM Ch, dalam rilis yang diterima Espos, Jumat (9/1), program ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Deliberate Based Approach guna menjalin transformasi proses belajar mengajak yang optimal pada peserta secara dinamis. -
Studen Best Camp di STIES Surakarta
oleh ara pada 10-01-2009
JOGLOSEMAR online 10 Januari 2009
SOLO (Joglosemar): Kuantum Hati menyelenggarakan “Gerakan Hati Peduli Generasi Muda” untuk siswa-siswi pelajar SMA kelas 3 yaitu pelatihan guna membentuk pribadi yang sadar nilai serta memiliki sikap mental (mental attitude) positif. Program tersebut dirancang dengan menggunakan pendekatan Deliberate Based Approach guna menjamin transformasi proses belajar mengajar yang optimal pada peserta secara dinamis.
Program Student Best Camp diselenggarakan Sabtu (10/1) dan Minggu (11/1) Januari 2009 di Kampus STIES Surakarta dengan tema “Hati-hati ada Inovasi” dengan bentuk kegiatan pelatihan Soft Skill. Kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Kuantum Hati dengan Ihya&Co, STIE Surakarta, Komunitas Tangan di Atas, Santri Makaryo, BMT Hidayatullah, Pondok Pesantren Al Kahfi Hidayatullah, Pondok Pesantren Assalam, dan Pondok pesantren Adh Dhuhaa. (ara)
Kamis, 13 November 2008
Mendapatkan Kekayaan yang SEGAR
Selamat pagi semua… hemm segar yah…
bangun pagi udara masih segar…. Hemmm kita bisa bernafas lega…. Plongggg
Jangan lupa juga kita sedang di KRISIS FINANSIAL….
Jadi harus siap perang
Siap mengamankan nafas kita…
Nafas dalam Harta kita adalah sebuah perumusan berikut
… Dalam membangun sebuah KEKAYAAN menurut Images..one.com ternyata ada 4 bagian yang saling berkaitan…
-- 1. Earning (Receiving)
-- 2. Spending (Giving)
-- 3. Saving
-- 4. Investing
Apa hubungannya dengan nafas kita yang lega dan segar pagi ini…
Karena Earning - Spending atau Receiving - Giving adalah seperti helaan nafas kita…
Uang dan rejeki yang kita peroleh adalah laksana nafas kita…
kita hirup kita keluarkan… kita ambil - peroleh kita bagi - dan manfaatkan…
Kita ambil kita bagikan
Tanpa sirkulasi kita mati…. Dan jangan lupa Spending juga harus diimbangi dengan Giving…. Karena ini yang akan memberi energi booster bagi Receiving… ini yang melegakan helaan nafas kita… ini yang menyegarkan… sirkulasi menjadi sehat dan segar….
Lalu apa itu Saving dan Investing… ini adalah bertumbuhnya badan kita…
Itu adalah agar tubuh dan badan kekayaan kita semakin besar
Di sini hukumnya adalah kita memberi jatah kepada diri kita sendiri sebelum dibagi
Di sini maksudnya kita simpan dan investasikan sebagian untuk masa depan kita
Invest wisely…
Ijinkan uang bekerja untuk anda
Betul IJINKANlah…
Apabila sirkulasi Earning - Spending - Saving - Investing ini terpenuhi … kita akan mempunyai kehidupan dan kekayaan yang kuat, sehat dan segar….
Seperti pagi yang cerah seperti pagi ini….
Salam penuh kesegaran
Supriyadi
bangun pagi udara masih segar…. Hemmm kita bisa bernafas lega…. Plongggg
Jangan lupa juga kita sedang di KRISIS FINANSIAL….
Jadi harus siap perang
Siap mengamankan nafas kita…
Nafas dalam Harta kita adalah sebuah perumusan berikut
… Dalam membangun sebuah KEKAYAAN menurut Images..one.com ternyata ada 4 bagian yang saling berkaitan…
-- 1. Earning (Receiving)
-- 2. Spending (Giving)
-- 3. Saving
-- 4. Investing
Apa hubungannya dengan nafas kita yang lega dan segar pagi ini…
Karena Earning - Spending atau Receiving - Giving adalah seperti helaan nafas kita…
Uang dan rejeki yang kita peroleh adalah laksana nafas kita…
kita hirup kita keluarkan… kita ambil - peroleh kita bagi - dan manfaatkan…
Kita ambil kita bagikan
Tanpa sirkulasi kita mati…. Dan jangan lupa Spending juga harus diimbangi dengan Giving…. Karena ini yang akan memberi energi booster bagi Receiving… ini yang melegakan helaan nafas kita… ini yang menyegarkan… sirkulasi menjadi sehat dan segar….
Lalu apa itu Saving dan Investing… ini adalah bertumbuhnya badan kita…
Itu adalah agar tubuh dan badan kekayaan kita semakin besar
Di sini hukumnya adalah kita memberi jatah kepada diri kita sendiri sebelum dibagi
Di sini maksudnya kita simpan dan investasikan sebagian untuk masa depan kita
Invest wisely…
Ijinkan uang bekerja untuk anda
Betul IJINKANlah…
Apabila sirkulasi Earning - Spending - Saving - Investing ini terpenuhi … kita akan mempunyai kehidupan dan kekayaan yang kuat, sehat dan segar….
Seperti pagi yang cerah seperti pagi ini….
Salam penuh kesegaran
Supriyadi
Jumat, 24 Oktober 2008
6 steps to total liberation
dapat... dari imagesofone...
Hi Supriyadi,
Did you know there are 6 steps to total liberation? 6 Steps to
freeing yourself from the faulty mental programs that stand in the
way of your dreams come true.
I talked about recently, which addresses the conscious and unconscious elements involved.
6 steps to total liberation (the Belief Busting process in a
nutshell):
Step 1 Identify the limiting beliefs that are holding you back
Step 2 Create new empowering replacement beliefs
Step 3 Clear the limiting belief file from your subconscious mind
Step 4 Release the 'emotional glue' that surrounds and compounds
the limiting belief
Step 5 Install your new positive replacement belief
Step 6 Strengthen your new beliefs in everyday life.
And it couldn't be easier when you know how! The Belief Buster
Meditation has exercises for each of these steps, and the amazing
Belief Buster Meditation knocks out steps 3, 4 and 5 in one go with
effortless ease! It's incredible!
When you clear your beliefs at a subconscious level you ensure
real, lasting change.
Your beliefs are vital for manifesting your dreams ... make sure the
ones you hold are aligned to your visions and dreams and the
magnificent truth of who you are!
Set yourself free to soar, to shine, to be all that you are and all
that you can be!
Hi Supriyadi,
Did you know there are 6 steps to total liberation? 6 Steps to
freeing yourself from the faulty mental programs that stand in the
way of your dreams come true.
I talked about recently, which addresses the conscious and unconscious elements involved.
6 steps to total liberation (the Belief Busting process in a
nutshell):
Step 1 Identify the limiting beliefs that are holding you back
Step 2 Create new empowering replacement beliefs
Step 3 Clear the limiting belief file from your subconscious mind
Step 4 Release the 'emotional glue' that surrounds and compounds
the limiting belief
Step 5 Install your new positive replacement belief
Step 6 Strengthen your new beliefs in everyday life.
And it couldn't be easier when you know how! The Belief Buster
Meditation has exercises for each of these steps, and the amazing
Belief Buster Meditation knocks out steps 3, 4 and 5 in one go with
effortless ease! It's incredible!
When you clear your beliefs at a subconscious level you ensure
real, lasting change.
Your beliefs are vital for manifesting your dreams ... make sure the
ones you hold are aligned to your visions and dreams and the
magnificent truth of who you are!
Set yourself free to soar, to shine, to be all that you are and all
that you can be!
Hati Yang Adidaya
Tidak dapat memuat zat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali 'hati' hamba-Ku yang mukmin lunak dan tenang. (HR. Abu Dawud)
Demikian adidayakah… HATI yang tenang?
Sehingga Zat-Nya hanya bisa diterima oleh Hati yang tenang...
Apa itu hati yang lunak dan tenang?
Bagaimana mendapatkan hati yang lunak dan tenang?
Karena HATI tak bisa tenang… apa yang harus dilakukan ?
komentar IDA DWIMAWANTI:
Terkait dengan hati yang tenang, saya ingin berbagi saja berdasarkan pengalaman pribadi.
Menurut saya hati yang tenang adalah hati yang penuh keprasahan dan rasa syukur atas semua yang telah kita miliki. Hati yang selalu bisa mengingat dan yakin bahwa ada Allah sebagai dzat yang maha segalanya yang akan mengatur semua peristiwa yang ada di dunia ini, tidak pernah tidur dan selalu akan memberikan pertolongan kepada kita.
komentar LUKMAN
aya pernah mendengar Alqur’an yang lebih kurang maknanya adalah “ maka hanya dengan berzikirlah hati akan menjadi tenang.. “ nah berkenaan dengan ayat tersebut maka kita perlu proses untuk mendapat dapatkan hati yang tenang,
Demikian adidayakah… HATI yang tenang?
Sehingga Zat-Nya hanya bisa diterima oleh Hati yang tenang...
Apa itu hati yang lunak dan tenang?
Bagaimana mendapatkan hati yang lunak dan tenang?
Karena HATI tak bisa tenang… apa yang harus dilakukan ?
komentar IDA DWIMAWANTI:
Terkait dengan hati yang tenang, saya ingin berbagi saja berdasarkan pengalaman pribadi.
Menurut saya hati yang tenang adalah hati yang penuh keprasahan dan rasa syukur atas semua yang telah kita miliki. Hati yang selalu bisa mengingat dan yakin bahwa ada Allah sebagai dzat yang maha segalanya yang akan mengatur semua peristiwa yang ada di dunia ini, tidak pernah tidur dan selalu akan memberikan pertolongan kepada kita.
komentar LUKMAN
aya pernah mendengar Alqur’an yang lebih kurang maknanya adalah “ maka hanya dengan berzikirlah hati akan menjadi tenang.. “ nah berkenaan dengan ayat tersebut maka kita perlu proses untuk mendapat dapatkan hati yang tenang,
Senin, 15 September 2008
Spiritual Cafe 1 : Ramadhan Return
Langganan:
Postingan (Atom)
